Tips Arsitektur Rumah : Apapun Gayanya, Sesuaikan dengan Lingkungan

Membangun rumah tentunya Anda perlu memikirkan beragam hal, seperti contohnya berapa biaya yang akan Anda keluarkan, berapa jumlah ruangan yang dibutuhkan, sampai dengan gaya arsitektur apa yang akan Anda gunakan. Tapi ingat yang paling penting! Gaya arsitektur rumah apapun yang Anda pilih, harus tetap menyesuaikan dengan lingkungan sekitar dan iklim Indonesia!

Tips-Arsitektur-Rumah-Apapun-Gayanya-Sesuaikan-dengan-Iklim-6

Yang perlu dipertimbangkan dalam membangun rumah di Indonesia adalah kelembaban udara, curah hujan, serta iklim tropisnya. Rumah di Indonesia HARUS memiliki bukaan (jendela dan pintu) yang lebar sehingga sirkulasi udara jadi lebih baik. Selain itu plafon yang tinggi juga harus ada di rumah-rumah di Indonesia.

Tips-Arsitektur-Rumah-Apapun-Gayanya-Sesuaikan-dengan-Iklim-7

Jika masih tersisa banyak lahan, pertimbangkan untuk memberikan teras dan fitur air sehingga rumah terasa lebih dingin dan segar. Musim hujan dan musim kemarau, 2 musim ini di Indonesia bisa berlangsung cukup lama dan ekstrem. Di musim hujan, curah hujan yang tinggi bisa mengganggu jika atap Anda tak mampu menahan air hujan. Gunakan atap dengan kemiringan atap minimal 30 derajat. Sehingga air bisa mengalir turun ke tanah dengan mudah.

Tips-Arsitektur-Rumah-Apapun-Gayanya-Sesuaikan-dengan-Iklim-8

Selain itu, kelembaban juga jadi masalah, munculnya jamur dan lapuknya kayu adalah salah satu akibat yang disebabkan oleh udara lembab. Solusinya adalah dengan memberikan cahaya matahari yang cukup pada rumah. Bisa juga Anda menggunakan skylight! Gunakan skylight di ruangan yang cukup lembab seperti kamar mandi dan dapur.

Untuk Anda yang tinggal di dataran tinggi dengan cuaca yang lebih dingin, coba gunakan alat pengurang kelembaban yang banyak dijual di pasaran. Selain menghalangi tumbuhnya jamur, Anda dan keluarga juga pasti merasa lebih sehat dengan udara yang segar.

Leave a Reply

%d bloggers like this: