Kontroversi Asia Property Awards 2015

Kontroversi Asia Property Awards 2015

Tak ada yang menyangkal, dua naga ini punya kontribusi signifikan terhadap wajah sektor properti di Indonesia. Apa pun yang mereka kembangkan, akan menjadi model bagi pengembang-pengembang lainnya.

Dua kelompok usaha properti besar itu adalah Ciputra Group, dan Sinarmas Land Group. Keduanya memiliki kesamaan yakni dikendalikan oleh generasi mudanya Candra Ciputra, dan Michael Widjaja.

Kendati demikian, ada banyak perbedaan yang membuat keduanya berada dalam posisi diametral. Dalam kacamata Direktur Central Cipta Murdaya Holding (CCM), Karuna Murdaya, Ciputra Group tak bisa dibantah adalah merupakan pengembang yang punya komitmen tinggi, dan konsisten memperjuangkan pengembangan hunian bagi masyarakat dalam semua tingkatan (level kelas).

Ciputra Group dinilai Karuna lebih konservatif, untuk tidak dikatakan hati-hati, meskipun telah memiliki lebih dari 70 portofolio perumahan di 38 kota seluruh Indonesia. Sementara Sinarmas Land Group sangat agresif, khususnya untuk properti komersial. Imperium bisnis terakhir ini juga lebih menyasar segmen pasar kelas menengah ke atas.

www.ciputraworldjakarta.comCiputra World Jakarta

They are consistently building for a better Indonesia,” tandas Karuna.

Meski dipecundangi Sinarmas Land Group, Candra Ciputra toh tak berkecil hati. Dia dengan sportif mengakui rivalnya tersebut lebih baik sehingga panel juri Indonesia Property Awards 2015 yang diketuai Paul Noonan dari WT Partnership, Australia, menetapkan Sinarmas Land Group sebagai pengembang terbaik Indonesia.

“Mereka lebih baik. Kami harus bekerja lebih keras lagi. Kami menghargai keputusan dewan juri yang merupakan ahli di bidangnya,” kata Candra, seraya tersenyum.

Hilda CEO Ciputra Group, Candra Ciputra (tengah).

Terhadap hasil penjurian yang mengejutkan tersebut, banyak pihak kemudian menganggap ajang Indonesia Property Awards 2015 yang baru digelar perdana ini tak beda dengan penganugerahan-penganugerahan lainnya yang sarat aroma duit.

Namun, salah satu anggota juri, Hendra Hartono dari Leads Property Indonesia, menepis tudingan itu. Bahwa, penganugerahan Indonesia Property Awards 2015 dilakukan secara transparan, dan dimonitor oleh auditor independen yang mengawasi penjurian.

sinarmas landKawasan Vanya Park, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan.

 Hendra bercerita, selama masa penjurian Juni-Juli 2015, dua pengembang raksasa ini bersaing ketat. Keduanya sama-sama bersaing dalam jumlah proyek yang dikembangkan. Meski Ciputra Group lebih unggul, namun penilaian tidak hanya berdasarkan pada jumlah proyek.

Penilaian, lanjut Hendra, juga berdasarkan ketepatan dan kecepatan waktu membangun, kualitas produk bangunan, konsep pengembangan, kelengkapan fasilitas dan fitur proyek, hingga mampu bersaing secara global.

Hendra mengakui, waktu penjurian untuk menentukan kategori pengembang terbaik adalah paling sulit. Selain Ciputra Group, dan Sinarmas Land Group, kandidat lainnya adalah Lippo Group.

Secara skala nasional, kata Hendra, kiprah Ciputra Group memang lebih luas. Tetapi, banyak juga proyek yang dikerjakan dengan menggandeng mitra lokal di daerah. Sementara Sinarmas Land Group sukses mengubah BSD City berevolusi lebih cepat menjadi kota baru yang mandiri.

Setelah mengambil alih BSD City dari Ciputra Group, Sinarmas Land Group secara agresif mengubah proyek ini menjadi terdepan, dan paling komplit dibandingkan proyek skala kota atau township lainnya di Indonesia.

“Selain itu, secara finansial, Sinarmas Land Group juga lebih unggul dari Ciputra Group. Sehingga mereka bisa lebih cepat merealisasikan rencana-rencana strategisnya. Meski demikian, harus diakui juga tidak semua proyek Sinarmas Land sukses,” tandas Hendra.

Indonesia Property Awards 2015 merupakan bagian dari penganugerahan internasional Asia Property Awards yang diselenggaraan oleh Ensign, media properti terkemuka di Asia. Perhelatan Asia Property Awards pertama dilangsungkan di Thailand pada 2005 silam.

CEO Ensigns Terry Blackburn mengatakan, penghargaan meliputi 26 kategori yang terbagi dalam konstruksi, arsitektur dan desain interior. Sistem penilaian dijalankan sepenuhnya secara profesional, dan diaudit secara independen.

” memperluas jangkauannya hingga ke Tiongkok, Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Vietnam,” cetus Terry.Pasar di negara-negara ini menawarkan beberapa perkembangan properti yang paling inovatif dan menarik di dunia, yang dirancang oleh arsitek terkenal dan dibangun oleh pengembang degan reputasi global.

SUMBER : Kompas.com

Leave a Reply

%d bloggers like this: